Thursday, October 30, 2008

Apa Merk HP Anda ???


Pertama saya mau mengaku...kalau pertama kali saya melihat HP secara langsung itu waktu masih kelas 2 SMU tahun 1996. Sebelumnya hanya melihat dari iklan di koran atau majalah saja. HP pertama yang saya lihat itu dari tipe Ericsson GF-388 milik ayah saya (ini juga pemberian dari salah satu rekan ayah saya sih..he..he..) . Di tahun 1996, HP bisa dibilang masih termasuk barang mewah dan hanya sedikit orang yang punya. Kalau saya tidak salah ingat, tahun 1996 harga sebuah HP Ericsson GF-388 sekitar 1,8 juta rupiah dimana harga bensin saat itu masih 600 rupiah/liter

Waktu itu rasanya HP Ericsson GF-388 ini bentuknya kecil sekali, padahal kalau dibandingin dengan HP jaman saat ini...aduhhh..rasanya nih HP lebih cocok buat dipakai ngelempar maling. Layarnya masih model dot matriks 3 baris dengan kemampuan phonebook yang hanya mampu menyimpan 100 nomor. Yang unik, di kemasannya disertakan 2 buah baterai. Karena ternyata untuk men-
charge baterainya, tidak seperti HP model sekarang yang tinggal dicolokin ke chargernya, untuk tipe GF-388 chargernya tidak built-in di HPnya, jadi kita harus mencopot baterainya terlebih dahulu baru kemudian baterainya dipasang di unit charger yang terpisah. Nah selama baterainya di-charge, kita harus menggunakan baterai cadangan agar HP tetap berfungsi he..he..

HP saya sendiri yang pertama adalah dari tipe Nokia 3310 yang termasuk ponsel 5 juta umat saking banyaknya yang punya. Dibeli di awal tahun 2002 seharga sekitar 1,3 juta rupiah. Dengan suara yang masih monophonic serta layar yang masih monokrom. Saat itu banyak teman saya yang mengganti lampu background Nokia 3310nya menjadi warna lain seperti biru, putih atau oranye agar HP tampil beda. Tapi bisa dibilang, Nokia 3310 ini termasuk HP yang sangat bandel karena sudah jatuh beberapa kali aman-aman saja tuh, malah HP saya sampai retak di bagian bawahnya. Selama 2 tahun lebih saya menggunakan HP ini.

Nah setelah bekerja dan mempunyai penghasilan sendiri, mulai terpikir untuk mengganti HP Nokia 3310 saya dengan yang agak sedikit lebih bagus. Putar-putar di beberapa toko HP akhirnya pilihan saya jatuhkan pada Nokia 3200 yang ditebus dengan harga sekitar 1,4 juta pada bulan Mei 2004. HP ini sudah mendukung nada polyphonic dan sudah dilengkapi dengan layar warna walaupun masih CSTN 4096 warna. Dilengkapi pula dengan kamera digital (walau fotonya kabur euy gambarnya...) serta fasilitas radio FM. Yang unik dari HP ini adalah casingnya yang terbuat dari plastik bening dilapisi dengan semacam kertas pelapis yang bisa kita ganti-ganti motifnya. Oh iya, HP ini juga mempunyai fitur lampu senter di bagian bawahnya yang berguna di kegelapan malam atau kalau listrik PLN lagi padam Sayang HP ini hanya bertahan sekitar 7 bulan saya pakai karena saya tergoda akan pilihan yang lebih baik.

Nokia 3200 akhirnya saya tukar tambah dengan sebuah Sony Ericsson T630 karena saya tergoda dengan kejernihan suara polyphonicnya. Dibeli sekitar akhir tahun 2004 seharga 1,8 juta rupiah. Sayangnya HP ini tidak dilengkapi dengan fitur radio FM dan juga belum support MP3. Namun tampilannya yang terkesan mewah dengan balutan warna hitam mampu menutupi kekurangannya tersebut. Selain itu layarnya sudah mengunakan jenis TFT 65 ribu warna memberikan tampilan yang lebih tajam. Namun karena sebuah insiden di tengah malam, HP ini hanya bertahan 4 bulan saya gunakan..karena dia mati total setelah tercebur ke dalam lubang toilet kantor


Berhubung tabungan sedang menipis sedangkan saya membutuhkan HP untuk berkomunikasi dengan teman-teman, akhirnya saya putuskan untuk membeli sebuah Nokia 8210 bekas sebagai pengganti sementara HP Soner T630 saya yang malang Cukup dengan harga 400 ribu rupiah, saya sudah bisa membawa pulang sebuah Nokia 8210 bekas namun masih berfungsi dengan baik. Sayangnya kapasitas pengiriman SMSnya yang hanya bisa mengirim maksimal sebanayk 160 karakter membuat saya hanya bertahan sekitar 2 bulan menggunakan HP ini.

Pilihan berganti untuk membeli sebuah Motorola E398 sebagai pengganti si jadul Nokia 8210. Pertimbangannya, selain sudah support MP3, dilengkapi dengan kamera VGA dan layar yang resolusinya cukup tajam, HP ini juga sudah disertai dengan kartu memori 64 MB dan handsfree stereo di paket pembeliannya. Dan semua itu hanya dihargai tidak sampai 2 juta rupiah, tepatnya seharga 1,9 juta rupiah ketika saya membelinya di bulan April 2005. Padahal HP merk lain yang kemampuannya setara ketika itu berada di kisaran harga diatas 2 juta rupiah. Dengan berbagai fiturnya tersebut membuat HP ini mampu bertahan hingga 2 tahun lebih saya gunakan sebelum harus saya ganti karena rusak

Nokia N70 menjadi target saya berikutnya, karena harganya yang tidak terlalu mahal namun sudah bersistem operasi Symbian dan support 3G. Fitur MP3 serta kamera 2 MP menjadi pelengkapnya. HP yang saya beli di bulan Juli 2007 seharga 2,2 jt ini cukup powerful untuk menemani kegiatan saya sehari-hari. Mulai dari telepon, mengirim sms & email hingga mendengarkan musik dan radio membuat saya enggan untuk menggantinya dengan HP lain yang lebih canggih. Belum lagi berlimpahnya software tambahan yang semakin membuat HP ini menjadi multifungsi. Namun setelah 1 tahun bertugas, N70 saya ini pun harus beralih fungsi menjadi HP cadangan.


Ya seiring dengan kepindahan saya ke NSN, maka saya pun mendapat fasilitas HP dari kantor berupa 1 set HP Nokia E61i. Tentunya dikasih HP canggih gak saya sia-siakan dong untuk segera menggunakannya. Alhasil E61i ini sukses menggusur posisi N70 sebagai HP harian. Dengan keyboard QWERTYnya membuat aktivitas sms , email dan chatting semakin nyaman, didukung oleh tampilan layar yang besar dan tajam dengan kemampuan 16 juta warna. Sayangnya tidak ada fasilitas radio FM di HP ini. Namun kapasitas baterainya yang besar membuat daya tahan HP ini sangat powerful, meskipun digunakan untuk mendengarkan MP3 selama berjam-jam. Sebenarnya sih saya lebih berharap dikasihnya yang tipe E71 he..he..sayang belum kebagian..

Tipe HP berikutnya...hmm saya belum tahu nih mau ganti ke tipe apa ??




Labels: , , , , ,


View Ori Triputro Widianto's profile on LinkedIn



Add to Technorati Favorites