Friday, September 19, 2008

Kartu ATM BCA-ku !!!


Hmm sebetulnya kartu ATM BCA saya ini sudah lumayan lama hilangnya, sekitar 4 bulan yang lalu, perkiraan saya tertinggal di mesin ATM ketika saya mengambil uang. Namun saya baru sadar kalau kartu ATM itu lenyap seminggu sesudahnya..he..he…dan karena saya cek rekening saya tidak berkurang, saya asumsikan kartu ATM tersebut sudah dalam kondisi aman. Benar kan..mana ada maling yang nunggu seminggu buat nguras duit korbannya ketika menemukan kartu ATM yang tertinggal.

Nah karena kesibukan dan juga rasa malas yang mendera..saya lupa mengurus kartu ATM tersebut, ditambah lagi gaji saya ditransfer ke rekening lain sehingga saya masih tetap bisa melanjutkan kehidupan meskipun tanpa kartu ATM tersebut.

Jujur saja, saya malas mengurusnya karena masih trauma dengan prosedur yang terlalu ribet ketika saya mengurus kartu ATM saya yang juga hilang sekitar 3 tahun lalu di Batam. Karena saya termasuk orang yang rada-rada pelupa, selama masa 13 tahun menjadi nasabah BCA, saya sudah sekitar 6 kali kehilangan kartu ATM he..he…
Nah selama ini, setiap kartu ATM saya hilang, saya cukup lapor ke HALO BCA buat meblokir kemudian datang ke kantor polisi bikin surat kehilangan, terus lapor ke BCA, paling lama seminggu kartu pengganti sudah di tangan saya.

Namun ketika kartu ATM saya hilang di Batam, prosedur yang dihadapi justru lebih rumit. Sesuai standar selama ini, saya langsung telepon HALO BCA untuk memblokir, dan besoknya pagi-pagi saya langsung ke Poltabes Barelang untuk membikin surat kehilangan. Buku tabungan, KTP, sampai ID Card perusahaan saya bawa sebagai bukti.
Di pos penjagaan, saya disambut oleh seorang polisi muda yang menanyakan maksud kedatangan saya. Setelah menjelaskan bahwa saya mau melaporkan kartu ATM saya yang hilang, polisi tersebut meminta saya untuk memfotokopi buku tabungan saya sebagai bukti. Hmm masih masuk akal nih..saya pun segera mencari fotokopi terdekat.

Selesai fotokopi, langsung ke ruang Pelayanan Masyarakat untuk mebuat laporan kehilangan. Nah di ruangan tersebut polisi yang bertugas malah ngotot meminta surat keterangan dari pihak Bank bahwa saya memang pemilik rekening tersebut. Permintaan yang rada janggal, karena toh saya sudah membawa buku tabungan serta kartu identitas, memangnya itu belum cukup kuat sebagai bukti ya ?? Lagipula pihak Bank justru meminta surat keterangan kehilangan dari Kepolisian, sekarang pihak Polisi meminta surat keterangan dari pihak Bank, jadi seperti menebak siapa yang duluan hadir di dunia..ayam atau telur

Kesal dengan proses birokrasi yang ribet seperti itu, akhirnya saya langsung menuju ke kantor BCA Batam.....untuk membuat rekening baru..he..he...dan kurang dari dua jam saya sudah mempunyai rekening baru lengkap dengan kartu ATMnya

Nah, seperti sudah disebut sebelumnya kartu ATM saya kembali hilang, namun saya kembali malas mengurusnya...lagipula waktu itu saya berpikir jika butuh mengambil uang masih bisa dilakukan di teller. Namun karena semenjak tanggal 28 April kemarin pihak BCA memberlakukan kebijakan semua pengambilan uang di teller harus disertai dengan kartu ATM, mulailah terpikir untuk mengurus kembali kartu ATM yang lenyap ini.

Akhirnya tadi malam saya menelepon HALO BCA untu melaporkan kartu ATM yang hilang tersebut...pura-pura mengaku kartu tersebut baru hilang 2 hari sebelumnya, padahal sudah 4 bulan yang lalu he..he..Sempat bingung, karena buku tabungan saya diterbitkan oleh BCA Batam, petugas HALO BCA meminta saya untuk menghubungi BCA Batam terlebih dahulu...hmm kok malah repot sih. Ah besok langsung ke BCA terdekat aja biar mereka saja yang ngurus. Kemudian tadi pagi, sembari berangkat ke kantor saya mampir ke Polsek Pasar Minggu untuk membuat laporan kehilangan.

Sembari harap-harap cemas saya masuk ke halaman polsek, disambut seorang polisi berkumis tebal ala Pak Raden di pos penjagaan. Langsung ditunjukkan ruang pelayanan masyarakat, dan sekitar 10 menit kemudian saya sudah keluar dengan surat keterangan kehilangan di tangan..horeeeeee

Selepas makan siang, saya bergegas menuju KCP BCA di Setiabudi Atrium. Kebetulan antriannya sedang sepi, sehingga saya bisa segera dilayani oleh petugas CSO BCA yang bernama Mbak Ella.

“Selamat siang Pak..ada yang bisa dibantu ? ” begitu basa basi standar dari Mbak Ella, dan setelah mendengar keterangan saya, langsung meminta buku tabungan serta KTP saya untuk dicocokkan dengan data di komputer. “ Kartunya sudah diblokir ya Pak ? “ tanya Mbak Ella ke saya. “ Udah kok, kan prosedurnya bukan begitu Mbak ? “ jawab saya (Lugu Mode : ON). “ Hmm soalnya ini bukunya diterbitkan oleh KCU Batam, jadi lebih gampang diurusnya kalau kartunya belum diblokir. Kalau sudah di blokir, saya harus mengontak KCU Batam dulu untuk membuka blokirnya” jawab Mbak Ella. Saya hanya mengangguk-angguk saja..terserah lah Mbak, yang penting kartu ATM saya bisa diganti.

Hampir setengah jam si Mbak Ella ini sibuk mengontak BCA Batam termasuk mem-faks fotokopi KTP saya dan surat pernyataan bermeterai untuk membuka blokir. Saya juga harus mengisi formulir untuk pergantian kartu.

Akhirnya setelah sekitar 1 jam, diselingi dengan menonton video Mr. Bean yang di tayangkan di TV di ruang tunggu, Mbak Ella memanggil saya kembali untuk menandatangani formulir pengambilan kartu serta mengisi PIN kartu ATM yang baru…hmm cepat juga prosesnya. Dan jam 2 siang saya sudah bisa melangkah keluar dari BCA dengan senyum riang mengembang dengan kartu ATM pengganti terselip di dompet…he..he…

Kesimpulannya, prosedur yang berlaku bisa berbeda-beda untuk mengurus kartu ATM yang hilang, tergantung kotanya juga..he..he...

Labels: ,

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home


View Ori Triputro Widianto's profile on LinkedIn



Add to Technorati Favorites