Canon PowerShot G10

Yup...akhirnya kamera digital Canon PowerShot G10 diluncurkan oleh pihak Canon pada tanggal 17 September kemarin, meneruskan jejak langkah sang kakak Canon PowerShot G9 yang telah banyak menuai sukses di kancah dunia kamera digital.
Sebagai kamera prosumer dengan kasta tertinggi di deretan kamera digital keluaran Canon, tentunya seri PowerShot G10 ini telah dibekali dengan sederet kemampuan yang mampu membuat para penggunanya berkreasi tanpa batas.
Masih mengusung bentuk konvensional dengan warna hitam yang tidak terlalu jauh berbeda dengan model PowerShot G9, seri PowerShot G10 ini juga telah memiliki kemampuan dalam mengambil gambar dalam modus RAW. Didukung dengan 14,7 Megapiksel CCD sensor berukuran 1/1.7" membuat kualitas gambar yang dihasilkan tidak kalah dengan kamera DSLR.
Penggunaan prosesor terbaru DIGIC 4 menjamin kinerja yang lebih cepat dan kualitas gambar yang lebih baik dari pendahulunya. Lensa wide angle 28 mm dengan kemampuan zoom hingga 5x optical zoom turut memperkuat tipe PowerShot G10 ini.
Untuk mempermudah pengguna dalam mengambil gambar, sebuah LCD berukuran 3" tampil manis di bagian belakang. Selain itu sebuah tombol tambahan diletakkan di bagian atas untuk mempermudah dalam pengaturan eksposure kamera. Dilengkapi pula dengan hot-shoe untuk pemasangan flash eksternal.
Karena kamera ini masih sangat baru..bahkan di situs
dpreview.com pun belum ada ulasan hasil tesnya, begitu pula di situs-situs kamera online dalam negeri seperti
jpckemang.com dan
tokocamzone.com belum mencantumkan berapa harga resmi dari kamera ini. Namun kemungkinan besar berkisar di harga 4-5 juta rupiah, mengingat seri PowerShot G9 sebelumnya dijual dengan kisaran harga 4 juta rupiah.
Terus terang dengan harga yang cukup tinggi tersebut, membuat orang jadi bimbang ketika akan membelinya karena dengan rentang harga yang sama bisa didapatkan sebuah kamera DSLR entry level, sehingga seri PowerShot G10 ini lebih cocok bagi pengguna yang menginginkan kualitas gambar setara DSLR namun tidak ingin direpotkan dengan penggunaan beraneka macam lensa seperti jika menggunakan DSLR.
Kalau pendapat saya pribadi sih...bentuk PowerShot G10 yang cenderung kotak dan konvensional ini agak kurang mantap untuk digenggam, apalagi jika kita juga menggunakan flash eksternal. Akan jauh lebih nyaman jika bentuknya seperti tipe PowerShot S5IS. Tapi terus terang, tipe PowerShot G10 ini adalah sebuah kamera yang bagus, didukung dengan nama besar Canon yang telah malang melintang di dunia kamera selama puluhan tahun...
Labels: Canon, PowerShot
Kacaunya Jakarta
Bingung….mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan pikiran saya kalau melihat perkembangan kota Jakarta….yang sumpek, macet, penuh polusi, hobi banjir tiap tahun dan….berantakan he..he…
Kenapa saya jadi bingung, soalnya semakin hari sepertinya kondisi Jakarta makin kacau saja, seperti gak ada perencanaan yang jelas dari instansi terkait bagaimana caranya untuk memperbaiki kondisi Jakarta yang kacau balau ini.
Kalau mau disebutin contoh-contoh betapa kacaunya Jakarta..mungkin bisa jadi satu buah buku sendiri, jadi saya sebutin beberapa aja deh
Misalnya, sekitar bulan Juli lalu di Jl. Dr. Satrio dari arah underpass Casablanca menuju ke arah Mall Ambassador baru dibuat putaran U-Turn baru yang diikuti dengan pelapisan jalan agar mulus kembali. Sesuatu yang saya sambut dengan senang hati..he..he…sayang kegembiraan tersebut tidak berlangsung lama, karena selang seminggu kemudian di tepi jalan sudah ada beberapa galian kabel optic. Selesai pemasangan kabel optic, jalan yang baru diaspal tersebut kembali digali kembali untuk pemasangan instalasi saluran air limbah…ck..ck…ck. Alhasil jalan yang tadinya sudah mulus rapi kembali menjadi sedikit bopeng-bopeng karena setelah proyek galian tersebut selesai, bekas galiannya tidak diaspal sempurna seperti sedia kala.
Kok bisa ya perijinannya kacau begitu, padahal kan mustinya kegiatan seperti pengaspalan dan penggalian jalan musti mendapat ijin dari dinas PU Jakarta ????
Trus masalah lampu lalu lintas, sejak sekitar 1 tahun terakhir di beberapa persimpangan lalu lintas di Jakarta di pasang timer yang berfungsi menunjukkan masih berapa lagi lampu lalu lintas akan menyala merah atau hijau. Suatu solusi yang sangat membantu para pengendara mobil dan motor. Sayangnya, timer yang belum lama dipasang terkadang lebih sering error daripada berfungsi dengan benar..sering saya lihat timer tersebut hanya menampilkan garis putus-putus saja, malah pernah ada yang warnanya jadi bewarna-warni..he..he…belum lagi pemasangannya yang tidak rapi, terlihat dari kabel yang dipasang asal-asalan. Untuk hal ini, Jakarta kalah jauh dari Medan yang lampu lalu lintasnya jauh lebih modern dan rapi….
Busway ??? Hmmm ini sudah masalah klasik…sampai saya sendiri malas mo menulisnya selain berharap kapan ya layanan Busway bisa membaik ???
Banjir ?? Kalau yang ini lebih parah lagi deh..sumpah….gimana pemda DKI mau mengatasi banjir kalau sekedar mengatasi genangan air ketika hujan lebat saja tidak mampu. Gak percaya…coba lewat di Jl. Sudirman (seberang Ratu Plaza) atau lewat Jl. Gatot Subroto (di bawah fly over Kuningan arah Cawang). Setiap hujan lebat, di kedua tempat tersebut selalu berubah seperti sungai kecil..padahal kedua lokasi tersebut berada di jalan protokol….dan sampai sekarang sepertinya belum ada solusinya.
Banjir belum diatasi, pemda Jakarta sudah berencana mau membangun subway di tahun 2009…hmm yakin keretanya ntar gak bakal tenggelam kalo banjir ????
Kalau ada yang mau menambahkan lagi kekacauan yang ada di Jakarta..silahkan lho…
Labels: banjir, busway, jakarta, macet

Berhubung sekarang saya berangkat ke kantor menggunakan kombinasi transportasi motor dan busway, dan tahu sendirilah bagaimana penuhnya busway koridor 6 (Ragunan – Dukuh Atas) pada saat-saat jam sibuk, terutama saat jam pulang kantor, rasanya saya memerlukan alat penghibur diri untuk membunuh rasa bosan menunggu datangnya busway yang tidak kunjung kosong penumpangnya…
Paling nyaman tentu menunggu sembari mendengarkan musik. Namun rasanya masih agak sayang mengeluarkan uang untuk membeli Ipod yang harganya jarang didiskon itu..he..he...lebih baik saya menggunakan HP Nokia E61i saya saja sebagai MP3 player. Apalagi dengan program PC Suite Nokia, lagu-lagu MP3 saya bisa diconvert ke format M4A yang ukuran filenya cukup kecil. Untuk 41 buah lagu, hanya menghabiskan sekitar 70 MB kapasitas memory eksternal HP. Kompensasinya kualitas suara memang agak sedikit rendah, tapi tidak terlalu menggangu. Di tengah keramaian halte busway, apa perlu mendengarkan lagu dengan kualitas CD ???
Selama ini saya menggunakan Nokia Adapter AD-49 dan earphone Sony MDR E-818 untuk mendengarkan lagu-lagu dari HP saya, namun tiba-tiba minggu lalu earphone Sony saya mati sebelah..hik..hik..kabelnya pasti ada yang putus nih. Akhirnya saya ganti memakai earphone lama dari Nokia, namun hari Senin kemarin earphone Nokia saya pun mati sebelah…waduh kok bisa barengan gini sih rusaknya.
Hmm akhirnya mulai deh berburu earphone baru, karena gak mungkin saya mendengarkan musik dengan earphone yang hanya berbunyi di satu sisi saja, bisa terganggu ntar keseimbangan telinga saya..he…he…
Tertarik dengan earphone Sennheiser, karena kualitasnya sudah sangat terkenal, harganya juga masih terjangkau…lagipula saya juga agak kecewa dengan kualitas earphone Sony sekarang, sepertinya ada sedikit penurunan kualitas dibandingkan beberapa tahun lalu. Dalam hati sebenarnya inginnya earphone merk Shure..cuma harganya itu bisa bikin dompet saya kering kerontang he..he…
Tadinya mau mengambil Sennheiser PX 100, cuma dipikir-pikir kok agak repot ya memakainya kalau lagi di Busway, kalau buat kerja di depan laptop sih oke banget. Akhirnya saya mengalihkan ke yang seri MX, secara dia modelnya earphone dan harganya tidak terlalu mahal. Lihat di salah satu toko dekat kantor, ada Sennheiser MX 360, dijual dengan harga Rp. 170 ribu. Hmm sedikit lebih mahal sih, karena di Bhinneka.com, untuk tipe yang sama hanya dibanderol Rp. 150 rb. Bahkan di forum Kaskus ada yang menjual dengan harga sekitar Rp. 130 ribu saja. Cuma karena malas menunggu barangnya di delivery, akhirnya saya memutuskan membeli dari toko dekat kantor saja. Toh hanya selisih beberapa puluh ribu saja, bisa ditutup dengan cara menghemat jatah makan siang selama beberapa hari he..he…
Sennheiser MX 360 ini dikemas dalam kemasan plastik yang tersegel rapat, di kemasannya tercantum tulisan “International Warranty 2 years”, hmm lama juga garansinya. Karena seri MX ini termasuk kelas entry level dari produk Sennheiser, tidak ada kelengkapan tambahan yang disertakan dalam kemasannya selain 2 set earpad sebagai cadangan. Untuk jack plugnya dilapis dengan lapisan emas untuk mengurangi loss yang timbul.
Pertama saya coba untuk mendengarkan musik di laptop saya…hmm suaranya cukup lumayan bagus, bassnya lumayan kuat, treblenya juga bisa muncul. Jauh lebih bagus daripada earphone Sony saya sebelumnya (he..he..harganya saja sudah beda). Cuma tentu jangan dibandingkan dengan Sennheiser yang tipe diatasnya ya sperti PX 100..karena harga juga menentukan kualitas. Tapi untuk sekedar mendengarkan lagu dari HP ataupun laptop, earphone ini sudah sangat lumayan, value for money lah….
Target berikutnya, mau cari headphone Sennheiser buat dengerin musik dan nonton film di rumah…tapi nabung dulu he..he…
Labels: earphone, mx 360, sennheiser
Kartu ATM BCA-ku !!!

Hmm sebetulnya kartu ATM BCA saya ini sudah lumayan lama hilangnya, sekitar 4 bulan yang lalu, perkiraan saya tertinggal di mesin ATM ketika saya mengambil uang. Namun saya baru sadar kalau kartu ATM itu lenyap seminggu sesudahnya..he..he…dan karena saya cek rekening saya tidak berkurang, saya asumsikan kartu ATM tersebut sudah dalam kondisi aman. Benar kan..mana ada maling yang nunggu seminggu buat nguras duit korbannya ketika menemukan kartu ATM yang tertinggal.Nah karena kesibukan dan juga rasa malas yang mendera..saya lupa mengurus kartu ATM tersebut, ditambah lagi gaji saya ditransfer ke rekening lain sehingga saya masih tetap bisa melanjutkan kehidupan meskipun tanpa kartu ATM tersebut.Jujur saja, saya malas mengurusnya karena masih trauma dengan prosedur yang terlalu ribet ketika saya mengurus kartu ATM saya yang juga hilang sekitar 3 tahun lalu di Batam. Karena saya termasuk orang yang rada-rada pelupa, selama masa 13 tahun menjadi nasabah BCA, saya sudah sekitar 6 kali kehilangan kartu ATM he..he…Nah selama ini, setiap kartu ATM saya hilang, saya cukup lapor ke HALO BCA buat meblokir kemudian datang ke kantor polisi bikin surat kehilangan, terus lapor ke BCA, paling lama seminggu kartu pengganti sudah di tangan saya.Namun ketika kartu ATM saya hilang di Batam, prosedur yang dihadapi justru lebih rumit. Sesuai standar selama ini, saya langsung telepon HALO BCA untuk memblokir, dan besoknya pagi-pagi saya langsung ke Poltabes Barelang untuk membikin surat kehilangan. Buku tabungan, KTP, sampai ID Card perusahaan saya bawa sebagai bukti.Di pos penjagaan, saya disambut oleh seorang polisi muda yang menanyakan maksud kedatangan saya. Setelah menjelaskan bahwa saya mau melaporkan kartu ATM saya yang hilang, polisi tersebut meminta saya untuk memfotokopi buku tabungan saya sebagai bukti. Hmm masih masuk akal nih..saya pun segera mencari fotokopi terdekat. Selesai fotokopi, langsung ke ruang Pelayanan Masyarakat untuk mebuat laporan kehilangan. Nah di ruangan tersebut polisi yang bertugas malah ngotot meminta surat keterangan dari pihak Bank bahwa saya memang pemilik rekening tersebut. Permintaan yang rada janggal, karena toh saya sudah membawa buku tabungan serta kartu identitas, memangnya itu belum cukup kuat sebagai bukti ya ?? Lagipula pihak Bank justru meminta surat keterangan kehilangan dari Kepolisian, sekarang pihak Polisi meminta surat keterangan dari pihak Bank, jadi seperti menebak siapa yang duluan hadir di dunia..ayam atau telur
Kesal dengan proses birokrasi yang ribet seperti itu, akhirnya saya langsung menuju ke kantor BCA Batam.....untuk membuat rekening baru..he..he...dan kurang dari dua jam saya sudah mempunyai rekening baru lengkap dengan kartu ATMnya
Nah, seperti sudah disebut sebelumnya kartu ATM saya kembali hilang, namun saya kembali malas mengurusnya...lagipula waktu itu saya berpikir jika butuh mengambil uang masih bisa dilakukan di teller. Namun karena semenjak tanggal 28 April kemarin pihak BCA memberlakukan kebijakan semua pengambilan uang di teller harus disertai dengan kartu ATM, mulailah terpikir untuk mengurus kembali kartu ATM yang lenyap ini.Akhirnya tadi malam saya menelepon HALO BCA untu melaporkan kartu ATM yang hilang tersebut...pura-pura mengaku kartu tersebut baru hilang 2 hari sebelumnya, padahal sudah 4 bulan yang lalu he..he..Sempat bingung, karena buku tabungan saya diterbitkan oleh BCA Batam, petugas HALO BCA meminta saya untuk menghubungi BCA Batam terlebih dahulu...hmm kok malah repot sih. Ah besok langsung ke BCA terdekat aja biar mereka saja yang ngurus. Kemudian tadi pagi, sembari berangkat ke kantor saya mampir ke Polsek Pasar Minggu untuk membuat laporan kehilangan.Sembari harap-harap cemas saya masuk ke halaman polsek, disambut seorang polisi berkumis tebal ala Pak Raden di pos penjagaan. Langsung ditunjukkan ruang pelayanan masyarakat, dan sekitar 10 menit kemudian saya sudah keluar dengan surat keterangan kehilangan di tangan..horeeeeeeSelepas makan siang, saya bergegas menuju KCP BCA di Setiabudi Atrium. Kebetulan antriannya sedang sepi, sehingga saya bisa segera dilayani oleh petugas CSO BCA yang bernama Mbak Ella.“Selamat siang Pak..ada yang bisa dibantu ? ” begitu basa basi standar dari Mbak Ella, dan setelah mendengar keterangan saya, langsung meminta buku tabungan serta KTP saya untuk dicocokkan dengan data di komputer. “ Kartunya sudah diblokir ya Pak ? “ tanya Mbak Ella ke saya. “ Udah kok, kan prosedurnya bukan begitu Mbak ? “ jawab saya (Lugu Mode : ON). “ Hmm soalnya ini bukunya diterbitkan oleh KCU Batam, jadi lebih gampang diurusnya kalau kartunya belum diblokir. Kalau sudah di blokir, saya harus mengontak KCU Batam dulu untuk membuka blokirnya” jawab Mbak Ella. Saya hanya mengangguk-angguk saja..terserah lah Mbak, yang penting kartu ATM saya bisa diganti.Hampir setengah jam si Mbak Ella ini sibuk mengontak BCA Batam termasuk mem-faks fotokopi KTP saya dan surat pernyataan bermeterai untuk membuka blokir. Saya juga harus mengisi formulir untuk pergantian kartu.Akhirnya setelah sekitar 1 jam, diselingi dengan menonton video Mr. Bean yang di tayangkan di TV di ruang tunggu, Mbak Ella memanggil saya kembali untuk menandatangani formulir pengambilan kartu serta mengisi PIN kartu ATM yang baru…hmm cepat juga prosesnya. Dan jam 2 siang saya sudah bisa melangkah keluar dari BCA dengan senyum riang mengembang dengan kartu ATM pengganti terselip di dompet…he..he…Kesimpulannya, prosedur yang berlaku bisa berbeda-beda untuk mengurus kartu ATM yang hilang, tergantung kotanya juga..he..he...
Labels: ATM, BCA
Cara Gampang Download Video Youtube Menggunakan Firefox 3

Setelah seminggu lebih browser Firefox 3 diluncurkan, si Rubah Api ini sudah hampir 19 juta kali di download oleh para pengguna setianya di seluruh dunia..termasuk saya…he..he….Nah berhubung salah satu hobi saya kala browsing adalah membuka video klip di YouTube, terpaksa deh cari-cari cara buat mendownload video dari You Tube tersebut.Ketika masih menggunakan Firefox 2 series, saya menggunakan add on Media Pirate untuk mendownload video-video dari YouTube tersebut. Cuma cara ini agak sedikit kurang praktis karena ada beberapa langkah yang harus dilakukan, antara lain mengkopi URL video yang diinginkan, kemudian baru di-grab sebelum mulai di download. Hasil download pun harus di-rename dan diberi ekstension ulang karena filenya semua bernama “get video”.Setelah mengupgrade si Rubah Api menjadi seri 3, saya mulai mencari add-on baru yang lebih praktis dan ketemulah add-on “DownloadHelper v3.1” di alamat https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/3006 . Sebetulnya add-on ini gak baru-baru amat, cuma saya aja yang baru nemu sekarang he..he..
Setelah diinstall, add on ini langsung dicoba untuk mendownload sebuah file video dari YouTube. Hmm ternyata jauh lebih praktis langkah-langkahnya. Ketika kita membuka sebuah file video di Youtube, add on “ DownloadHelper ” ini akan langsung mendeteksi situs tersebut dan memunculkan sebuah icon di toolbar Firefox.Ketika icon tersebut kita klik, akan muncul sebuah link untuk mendownload file video tersebut. Tinggal kita klik, dan file video tersebut akan langsung di-download dalam format .flv. Tidak perlu susah-susah lagi merubah ekstension file seperti jika mendownload menggunakan add-on “Media Pirate”
Labels: firefox 3, youtube

New Kids On The Block (NKOTB) akhirnya kembali mengeluarkan album baru mereka setelah terakhir kali album mereka dirilis tahun 1994 (14 tahun yang lalu cing...).
Boyband yang beranggotakan 5 orang pria ini, terdiri atas Jonathan Knight, Jordan Knight, Danny Wood, Joey McIntyre dan Donnie Wahlberg pertama kali mengeluarkan album perdana mereka yang bertitle "New Kids On The Block" di tahun 1986. Namun saat itu penjualan album mereka tidak terlalu meledak.
Popularitas mereka mulai menanjak setelah mengeluarkan album kedua "Hangin Tough" di tahun 1988 yang menelurkan beberapa hits seperti "Please Don't Go Girl", " Hangin Tough" dan "Cover Girl". Disusul dengan album "Merry Merry Christmas" yang menghasilkan hits "This One For The Children". Popularitas mereka semakin menanjak setelah album "Step by Step" dirilis tahun 1990, hingga mereka sempat dinobatkan sebagai grup dengan penghasilan tertinggi di tahun tersebut, mengalahkan Michael Jackson dan Madonna.
Di tahun 1992, NKOTB sempat melakukan show di Jakarta yang menghasilkan kehebohan luar biasa di kalangan gadis remaja Jakarta. Hotel Hilton yang menjadi tempat menginap mereka setiap hari dipenuhi oleh para gadis remaja yang berharap dapat bertatap muka langsung dan syukur-syukur bisa berfoto bersama atau mendapat tanda tangan mereka.
Sayang, album mereka berikutnya yang dikeluarkan tahun 1994 dengan title "Face The Music" gagal di pasaran yang berujung dengan bubarnya grup musik ini di pertengahan tahun 1994. Ditambah dengan makin banyaknya grup musik pria baru seperti Boyzone dan Take That yang membuat popularitas NKOTB semakin tenggelam.
Dan akhirnya setelah 14 tahun berlalu, para personil NKOTB memutuskan untuk melakukan reuni dan mengeluarkan album baru. Dengan album bertitle "The Block" yang dirilis di awal September 2008 serta mengandalkan lagu "Summertime", NKOTB yang sekarang sudah bukan "New Kids" lagi siap menghentak dan menghilangkan kerinduan para penggemarnya selama ini.
Labels: New Kids On The Block, NKOTB